by : CidETRA

seluas semesta, sedalam lautan cerita kita tak ‘kan lekang cinta tak pernah mengekang kasih sayangku tak memiliki batas

di tengah guguran bunga aku tenggelam terlena akan lembutnya cinta terpejam diserbu kasih sayang lagi-lagi kamu

di dataran berumput lembut aku tersenyum di bawah hujan kelopak merah muda surai hitam halus jatuh mengikal di bahumu tawa riangmu mengalihkan bebanku

angin menari-nari menghapus harapan pikiranku melanglang buana batinku gerah gelisah benakku berteriak sadar

kasih, aku tak menyalahkanmu atas rasa ini sekalipun kami hanya mampu saling pandang melempar senyum sejuta rasa berjalan beriringan menggandeng jarak

kuucapkan salam untuk menyapamu kau tersenyum manis membalasku ah, aku terus menerus terjatuh hingga tak kuasa memalingkan wajahku

ingin kuusap rambut lembutmu ingin kukecup keningmu ingin kukatakan betapa hatiku mendambamu namun aku hanya menunduk

siang hari akhir pekan aku kembali dari Tuhanku menenangkan debaran hati rindu saat itu pula kau kembali dari Kebaktianmu beradu pandang dan mengukir sendu

betapa jahat takdir mencipta ujian tetapi aku tak kuasa membantah cukup beri aku izin untuk mencintai seseorang selain hamba-Mu