by : Arunikaela
Melalui panjangnya malam, namun seolah tak pernah terbenam Semua orang tau kau mampu, hanya dengan melihat cahayamu “Sertifikat kelulusan terbaik akan kuraih dengan tanganku!” Mengalungkan kain ke lehermu, kamu berpura-pura menjemput hari itu
Kian tak kenal waktu, mengejar mimpi di terik siang bertetes peluh Rembulan mungkin bosan melihat lembar-lembar yang kamu isi Kian tak kenal lelah, kakimu tak berhenti menapak kesana kemari Bumi pasti hafal panjang telapak dan jauh langkah yang kamu tempuh
Lenteraku membinar, menggiringku ke arahmu Menuntun jalanku, agar tak kehilangan jejak langkahmu Yang akan menghantarku ke taman indahmu Memeluk hangatmu, yang selalu kurindu
“Kakak, kamu selalu jadi cahayaku, Jadi bolehkah aku menjadikanmu tujuanku?”
Siang berganti malam, memang saatnya kau terbenam Kau bukan tak mampu, namun kemana cahayamu? “Meraih sertifikat tertanda lulusan terbaik, selamat” Mengalungkan medali ke leherku, akhirnya aku yang menjemput hari ini
Kian tak adil, tangismu tak henti berkecamuk Berlembar-lembar hasil yang tak sesuai usaha Kian tak kuasa, telapak kakimu tak menapak Namun kupandang sejajar dengan wajahku
Lenteraku padam, tetap kuterka arahmu Kuselaraskan langkahku pada sisa jejak langkahmu Yang hanya menghantarku ke permukaan tanah pilu Memeluk nisanmu, aku tersedu-sedu
“Kakak, kamu selalu jadi tujuanku, Jadi bolehkah aku ikut terkubur bersamamu?”